Skip to main content
News and Articles

Di Glasgow, RI Paparkan Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Biomassa di Pulau Timor

By November 10, 2021November 30th, 2021No Comments

This is an article from Listrik Indonesia. Read it here

Wakil Kepala Komite Tetap Ketenagalistrikan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)  Jaya Wahono membahas rencana Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbasis masyarakat di pulau Timor, NTT di Forum Restorasi Lahan dan Hutan dunia (Global Landscape Forum) di Glasgow pada Minggu, (7/11/2021).

Forum ini merupakan bagian dari COP26 yang memfokuskan pembahasan pada restorasi lahan-lahan kritis dan pelestarian hutan. Jaya menyampaikan bahwa PLTBm Timor ini nantinya mempunyai karakteristik unik dengan mengedepankan partisipasi masyarakat lokal sebagai produsen biomassa kepada pembangkit dengan standar tata lingkungan yang ketat.

GLF Climate7 November 2021

Pengembang PLTBm di Pulau Timor ini adalah PT Charta Putra Indonesia (Clean Power Indonesia/CPI), yaitu perusahaan nasional yang bergerak di bidang pembangunan PLTBm di daerah-daerah terdepan terpencil dan tertinggal (3T). CPI sendiri telah melakukan penandatanganan kesepahaman dengan perusahaan energi terintegrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) untuk mewujudkan Pulau Timor, provinsi Nusa Tenggara Timur, sebagai pulau Energi Terbarukan dengan membangun PLTBm tersebar berbasis masyarakat pada ajang COP26 Glasgow.

Sesi di GLF Climate, Glasgow ini menampilkan pembicara dari berbagai negara yaitu Neville Kemp, Direktur Ekologika yang mempunyai pengalaman panjang dalam mendesain standar tata lingkungan di proyek2 restorasi lahan di Indonesia, Thrin Thang Long dari organisasi bambu dunia yang berbasis di Beijing, China (INBAR), Mihyun Seol dari organisasi penelitian hutan dan tata guna lahan Korea (NIFOS) serta dimoderatori oleh Michael Bradley, peneliti senior di organisasi penelitian kehutanan dunia (CIFOR) yang berpusat di Bogor, Indonesia. Sebagai pembicara kunci, diskusi ini juga menampilkan Dirjen Perencanaan Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementrian LHK, DR. Ruandha Agung Sugardiman.

 Dalam pidatonya di GLF Climate, Glasgow ini Dirjen PKTL menyampaikan bahwa pengembangan PLTBm berbasis masyarakat ini selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal juga akan dapat membantu pemerintah dalam menciptakan nilai ekonomi dari program restorasi lahan-lahan kritis dan marginal di daerah-daerah 3T.

“Kami akan terus melakukan inovasi dalam pembangunan PLTBm berbasis masyarakat di Indonesia termasuk secara hybrid dengan tenaga surya, batere serta pembangkit listrik tenaga sampah skala-skala kecil. Model ini kemudian akan dikembangkan dalam konteks kelistrikan pulau (Island Electrification). Hal ini untuk memberikan sebuah model pembangkit listrik dalam ekosistem mikro/minigrid sebagai pengganti PLTD bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.” tutup Jaya Wahono dalam keterangan resminya, Senin (8/11/2021).

Leave a Reply