Desa pun Memanfaatkan Teknologi Energi Terbarukan

KEUNTUNGAN mengolah energi terbarukan adalah sifatnya yang lebih ramah lingkungan, Apalagi, sumbernya tersedia rnelimpah di Indonesia. Karena itulah, energi terbarukan dapat menjadi salah satu solusi sumber energi di setiap wilayah Indonesia hingga ke pelosok sekalipun. Sumber energi terbarukan dapat berupa biomassa, air, cahaya matahari ataupun kekuatan angin.

Hibah Energi Terbarukan untuk Komunitas sebagai bagian dari Proyek Kemakmuran Hijau, salah satu dari tiga proyek Compact MCA-Indonesia melakukan terobosan energi terbarukan itu lewat tujuh perusahaan listrik desa (SPV) yang akan mengelola penyediaan listrik di tujuh wilayah terpencil di Indonesia.

Empat dari tujuh perusahaan listrik itu adalah PT Kemakmuran Hijau Mentawai, yang akan mengelola gasifikasi biomassa bambu berkapasitas 700 kW dengan penerima manfaat 1.204 rumah tangga di Desa Madobag, Matotonan, dan Saliguma, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Penerima hibah sekaligus pengelola listrik di Desa Merabu, Long Beliu, dan Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, adalah PT Long Beliu Tau Energi, PT Sinang Puri Energi, dan PTTeluk Sumbang Energi melalui teknologi hidro dan Solar PV
masing-masing berkapasitas 30 kW dan 1.243 kWp, dengan penerima manfaat 463 rumah tangga.

Pengelola di Desa Tawui, Lauilunggi, Praiwitu, Tandula Jangga, dan Praimadita, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, adalah PT Mikro Kisi Sumba dengan teknologi Solar PV berkapasitas 492 kW dengan penerima manfaat 990 rumah tangga.

Di Desa Karampuang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, adalah PT Karampuang Multi Daya dengan teknologi Solar PV berkapasitas 598 kWp dengan penerima manfaat 784 rumah tangga.

Pembangunan proyek listrik berenergi terbarukan di desa ini berimbas pada pembangunan infrastruktur desa seperti jalan raya hingga jembatan yang melintasi sungai.”Kita baru mulai Maret tahun ini dan harus selesai Maret tahun depan. Sekarang, kita masih di tahap
pra-konstruksi seperti mengirimkan alatalat. Karena adanya proyek ini, rencana pengadaan listrik di desa itu direspons oleh masyarakat, pihak swasta, bahkan

Pemda setempat untuk mempercepat pembangunan akses transportasi di wilayah itu, seperti pembangunan jalan trans Mentawai,”ucap Verania.

Proyek model kemitraan publik dan swasta ini juga mendorong investor masuk untuk mengembangkan usaha sesuai dengan kapasitas dan kekuatan desa. Seperti di Karampuang, kekuatan daerah itu adalah ekoturisme. Adanya listrik kemudian dapat menarik minat investor untuk berinvestasi membangun potensi pariwisata di sana.

 

Berita lengkap, klik source di bawah: