CPI Director Jaya Wahono contributed in ‘Powering the Archipelago’ dialog in the Indonesian Pavillion during COPP 22 UNFCCC in Marrakech.

MARRAKESH – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro membuka forum dialog Powering Archipelago yang diinisiasi Kadin Indonesia di Paviliun Indonesia di Marrakesh, Maroko pada Rabu (16/11) waktu setempat. Pada kesempatan tersebut, beliau menyebutkan, Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh pada pengembangan energi terbarukan seperti biomassa ataupun geotermal di Indonesia. Dukungan itu diberikan seiring dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030.

Menteri Bambang mengundang investor untuk datang dan terlibat dalam program energi terbarukan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan elektrifikasi. “Indonesia sangat potensial. Kami mendukung investor yang mau datang ke Indonesia. Nanti bisa berkolaborasi dengan swasta nasional yang dapat difasilitasi Kadin,” ujar Menteri Bambang.

Menurutnya, saat ini model investasi kelistrikan tak mesti harus membangun pembangkit listrik. Investor juga diperbolehkan membangun fasilitas jaringan listrik yang selama ini masih lambat karena hanya dilakukan oleh PT PLN (Persero). Kebutuhan jaringan listrik di Indonesia sangatlah tinggi seiring permintaan pemasangan baru di luar Pulau Jawa.

img-20161124-wa0017

Menteri Bambang menambahkan, investor tak perlu khawatir mengenai mekanisme harga jual listrik. Harga jual akan disesuaikan dengan nilai keekonomian dan tidak lagi tergantung pada subsidi pemerintah. “Program subsidi listrik hanya diberikan pada masyarakat yang berpenghasilan di bawah rerata. Jadi tidak perlu khawatir soal prospek di bisnis ini,” jelasnya.

Pemaparan Menteri Bambang di forum dialog tersebut sekaligus untuk mendukung peluncuran program pembangunan jaringan listrik off grid yang digagas Kadin Indonesia. Dalam skema mereka, program jaringan listrik ini akan tersebar di 12.000 desa di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan.